Minggu, 18 Januari 2015

Ntah apa yang terjadi pada diriku akhir-akhir ini.
Seolah-olah hidup ku begitu sulit.
Aku tak pernah membayangkan akan mengalami pengalaman hidup seperti itu.
Semua semangat dan ketenangan hati itu hilang begitu saja tanpa aku sadari apa penyebabnya
Aku marah pada diriku sendiri
Aku gagal mengendalikan diri ku sendiri.
ahhhhhh
Aku gagal
setidaknya itu lah kata-kata yang terus terngiang di telinga ku

Jumat, 12 Desember 2014

Rasa

Ntah sejak kapan rasa itu tumbuh di hati ini, rasa lembut yang begitu menusuk ke dalam qalbu.
tapi aku sendiri tak pernah tau apakah rasa itu merupakan suka, kagum atau lebih dari itu?
haaaaa
tapi rasa itu sangat mengusik hati ku
setiap hari ada rasa rindu pada nya
setiap hari ingin sekali melihat dan berbicara kepada nya
tapi aku terlalu malu untuk memulainya.
tapi apakah dia juga merasakan hal yang sama dengan ku?
ntah lah seandainya pun tidak aku tidak akan berkecil hati
karena aku percaya pada RABB ku.
JODOH tidak akan tertukar...

Minggu, 30 November 2014

Motivasi

Ketika semua orang mengejeknya, ketika semua orang tak ada yang peduli, dan ketika semua orang berhasil menghancurkan semua keberanian dan mentalnya. menghancurkan segala mimpi dan imajinasinya, mengabaikannya, mengucilkannya hingga ia benar-benar sendiri tanpa pernah mengerti apa yang ia butuhkan.
Kini dia hadir kembali dengan prestasi yang membuat semua orang takjub kepadanya, ia berhasil menyangkal segala ejekan dan hinaan itu.
Ia berhasil melewati masa-masa sulit itu dengan bantuan seorang GURU yang sangat peduli dan sayang kepada nya.
YAhhh
Kepedulian, kasih sayang, semangat dan motivasi dari seorang GURU yang percaya bahwa dia mampu melakukannya.
Hanya kepedulian dan kasih sayang yang mampu menghapus segala luka dan membangkitkan semangat kembali.

Sabtu, 29 November 2014

Aku masih saja tak mengerti mengapa sampai saat ini masih saja ada senior yang menyiksa atau ngebuly juniornya baik di sekolah maupun di kampus. Ketika junior melakukan kesalahan mengapa tidak dinasehati terlebih dahulu? kenapa harus di pukul? Tak adakah cara lain yang lebih baik yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita memang pantas dianggap sebagai senior.
Coba pikirkan kembali?
Kita sekolah untuk apa?
kita belajar capek-capek dari SD sampai S1 S2 dst untuk apa?
jika attitude yang kita miliki masih NOL BESAR.
Lantas apa bedanya kita dengan mereka yang sama sekali tidak pernah bersekolah?
Tidak malukah kita? coba lihat jauh disana, lihat mereka yang tidak pernah sekolah saja tidak melakukan hal senorak yang kita lakukan sebagai anak sekolahan yang terdidik katanya.
Hey para SENIOR yang merasa dirinya lebih hebat, lebih berkuasa, lebih pintar dan lebih segalanya dari pada para junior.
INGAT :
Para junior di kirim ke sekolah oleh orang tua mereka untuk belajar dengan nyaman bukan untuk mendapatkan tekanan dan perlakuan kasar.
Mereka sekolah dibiayai oleh orang tua mereka bukan kita yang dibebani jadi kita tidak berhak untuk memukul ataupun berlaku kasar kepada mereka.
Seharusnya sebagai SENIOR kita dapat menjadi contoh yang baik buat mereka, membantu mereka dan memberikan nasehat atau sekedar motivasi kecil buat mereka. Tunjukkan bahwa kita memang benar-benar anak sekolahan yang terdidik.
Aku masih saja tetap sedih... Ketika mendengar dan melihat ada junior yang mendapatkan perlakuan kasar dari kakak-kakak seniornya?
Terkadang ingin rasanya marah kepada para guru/dosen yang tidak bisa menangani atau mengendalikan permasalahan tersebut.
Mereka kemana? APa mungkin mereka tidak tahu permasalahan tersebut atau mereka hanya berpura" tidak tahu?
Ahhhhh Entahlah.
Ungkapan hati seorang kakak yang tidak terima ketika adiknya mendapatkan perlakuan kasar dari seseorang yang tidak pantas melakukannya.
S

Jumat, 07 November 2014

Mendapatkan Topik TA


Tulisan ini salah satu permintaan dari dosen favorit saya...

Terimakasih Pak karena sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi cerita dengan mereka.
Ok saya akan langsung cerita bagaimana saya dan teman saya mendapatkan topik/judul TA.

Saya pernah membaca kata-kata ini "Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai". Pertanyaannya bagaimana mungkin kita bisa menyelesaikan skripsi jika tidak mempunyai topik?. Topik/judul TA bukan suatu hal yang mudah untuk di dapat, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk mencari yang namanya topik TA. Untuk mencari topik TA sudah saya mulai di awal semester 3, bertanya kepada kakak kelas dan teman-teman yang ada di kampus luar. Tetapi hingga akhir semester 4 saya belum juga mendapatkannya, karena pada saat itu saya sendiri belum menemukan apa bidang yang saya sukai. Tapi tidak ada kata putus asa selama kita masih mau untuk berusaha. Diawal semester 5, saya berkenalan dengan mata kuliah METOPEL yang diajarkan oleh Pak Ronsen. Pertemuan pertama setelah kuliah berakhir saya mulai berfikir untuk mencari topik TA kembali karena di matkul ini kita diajarkan bagaimana melakukan riset dan menulis proposal. Saya berusaha untuk peduli dan aktif di matkul ini dengan harapan saya bisa mendapatkan ilmu bagaimana menemukan topik TA dan menulis proposal dengan baik. Di minggu ke 2 kami mendapatkan TUGAS, salah satu dari soal tugas yang harus dijawab adalah memberikan 3 topik TA yang menarik. Pada saat itu yang ada diotak saya hanya tentang aplikasi pembelajaran Matematika (hanya karena saya begitu menyukai matematika dan program). Seiring berjalannya perkuliahan otak saya semakin terbuka bahwa topik TA untuk jurusan TI di kampus tidak hanya sekedar membuat aplikasi atau sistem informasi seperti jurusan lain. Saya mulai mencari dan membaca berbagai referensi seperti paper/jurnal, makalah dan skripsi orang lain untuk mendapatkan topik TA yang sesuai jurusan. Saya mengajukan beberapa paper di forum dengan harapan dari paper tersebut ada satu yang bisa jadi judul TA. Tapi tahukah kalian, semua paper yang saya ajukan tidak ada yang diterima. Tapi tetap semangat itu masih ada, akhirnya saya tertarik dengan yang namanya fuzzy dan mengajukan paper tentang fuzzy di forum, kemudian saya mendapat balasan yang membuat hati lega (Mantap, itulah balasan dari paper saya). Minggu ke 7 tepatnya sebelum UTS, sesuai aturan saya mengumpulkan proposal TA saya di forum dengan judul yang berhubungan dengan FUZZY LOGIC. 7 pertemuan terakhir di matkul Metopel saya terus mencari beberapa referensi yang berkaitan dengan fuzzy dan berusaha memahami topik TA agar saya dapat menyelesaikan proposal saya dengan baik. Tetapi, memang tidak ada yang mudah semua butuh proses, semua ada anak tangganya begitulah istilah yang sering dituliskan dan diucapkan oleh Pak Ronsen.

Cerita ini masih berlanjut hingga semester 6, saya berkenalan kembali dengan yang namanya Kriptografi yang diajarkan oleh Pak Ronsen dan Kecerdasan Buatan yang diajarkan oleh Pak Andrew. Pertengahan semester 6 saya mulai kena virus GALAU tentang topik TA. Karena pada saat itu saya bingung harus memilih antar Kriptografi atau AI (Kedua matkul yang sangat menarik perhatian). Jika memilih AI otomatis dapat menggunakan Proposal saya di semester 5, tetapi jika memilih kriptografi, berarti proposal dan judul yang saya ajukan di semester 5 akan sia-sia. Tak mau Galau berlanjut saya mulai diskusi dengan Pak Ronsen melalui email. Nah pada saat itu, Beliau menyarankan saya untuk tetap dengan topik di semester 5 agar apa yang telah dikerjakan tidak sia-sia. Tetapi Pak, saya masih bingung dengan rumus-rumus yang berhubungan dengan fuzzy. Terlebih lagi saya masih belum mendapatkan persoalan apa yang akan saya terapkan dengan usulan saya waktu semester lalu Pak (jawaban saya). Kemudian Beliau berkata : Jadi kalau ganti kriptografi tidak akan ada kesulitan? Jadi, yakini satu hal: semua pasti mempunyai bobot kesulitan yang memadai agar layak dijadikan topik TA. Jangan kira kriptografi tidak ada rumus. Semua wajib menggunakan rumus, karena memang itulah yang kita kenal dengan "alat penelitian". Saya hanya berpikir jangan sampai apa yang telah kita lakukan sebelumnya, jangan sampai terbuang begitu saja. Kalimat tersebut menambah kegalauan saya, karena ntah mengapa saya ingin sekali kriptografi saja yang menjadi topik TA. Ditengah kegalauan anak semester 6, saya tetap bertanya kepada dosen-dosen lain dan mengumpulkan paper-paper tentang Fuzzy dan kriptografi. Masa-masa liburan kuliah saya manfaatkan untuk diskusi dengan beberapa dosen baik secara langsung maupun melalui email, agar sebelum masuk semster 7 saya sudah punya judul yang bisa diajukan di jurusan. Proses diskusi ini pun tak semudah yang kita banyangkan, karena harus memilih masalah apa yang akan kita selesaikan, alat apa yang kita gunakan (Algoritma) dan apakah masalah tersebut baru atau sudah terlalu lama. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan topik TA yang sesuai dengan permintaan jurusan.
Begitulah cerita bagaimana saya dan teman saya mendapatkan topik TA yang saat ini sedang dalam proses pembuatan proposal. Jika ada yang ingin bertanya silahkan.


Sabtu, 01 November 2014

TEKAD

Bissmillah...
Ini adalah keputusan tersulit yang aku ambil.
Kali ini aku benar-benar bertekad untuk melepaskan dan melupakan dia.
Dia sosok pria yang kurang lebih 8 tahun menemani hari-hari ku.
Dia yang selama ini menjadi teman sharing dan berbagi keluh kesah dengan ku.
Dia yang aku anggap sebagai pria sholeh dan pintar.

Jika hati kecil di tanya, Aku tak ingin mengakhiri hubungan ini.
Tapi apa ada, ketika keluarga ku tak kunjung merestui hubungan kami.
Aku memilih mundur dan tak ingin membantah orang tua ku.
Karena ku yakin ridho orang tua adalah ridho ALLAH.

Walau sakit tapi aku akan tetap berjalan menjalani hari-hari ku tanpa nya
Menggapai cita-cita ku dan membahagiakan kedua orang tuaku.
Aku tau ini sangat menyakiti hatinya. karena ku tau dia amat sangat menyayangi ku.
Tapi aku lebih memilih untuk memenuhi permintaan orang tua ku.

Selamat tinggal kekasih, aku harap kamu akan bahagia walau kita sudah tak bersama lagi.
Hanya MAAF yang mampu aku ucapkan.
Seiring waktu berlalu ku harap kita bisa bertemu dengan jodoh kita masing-masing.

Senin, 12 Mei 2014

ODOJ(OneDayOneJuz)

ODOJ...
Istilah ini uda lama terdengar di telinga ku. Tetapi aku tak peduli dengan itu, walaupun aku tau apa itu ODOJ. Tak ada niat untuk bergabung dengan komunitas ini. Karena aku merasa apa mampu menyelesaikan 1 juz 1 hari sedangkan selama ini aku hanya mampu membacanya di saat aku mau saja, tidak rutin dan tidak pernah membaca sebanyak 1 juz 1 hari.

6 mei 2014 ntah apa yang bergejolak di hati ini. Satu harian aku hanya membaca seputar ODOJ di timeline facebook pribadi ku. Awalnya biasa saja, tetapi lama-kelamaan ada dorongan dari hati untuk ikut gabung dalam komunitas ini. Di hari yang sama aku memutuskan untuk mendaftar group ODOJ melalui website ODOJ http://www.daftar.onedayonejuz.org. Setelah mendaftar 1 hari kemudian aku mendapat pesan dari WhatsApp pribadi ku. Dan aku dinyatakan telah resmi bergabung dengan grup ODOJ 1451 yang di kordinasi oleh Kak Fitriah.

Hari-hari aku begitu semangat sekali membaca al-quran.  Ada ketenangan dan kedamaian setiap kali aku membacanya.Di grup ini pula kau berkenalan dengan ukhty-ukhty dan bunda-bunda di seluruh indonesia. Kami taaruf satu sama lain dari berbagai ragam profesi dan suku. Tetapi kami saling mendukung dan berbagi satu sama lain..

Ya Allah jika banyak hamba Mu yang berlomba-lomba mengejar Dunia Mu. Maka izinkan aku dan keluarga serta sahabat-sahabat ku untuk berjuang berlomba-lomba mengerjar akhirat dan Surga Mu. Amin

Loving ALLAH...