Tulisan ini salah satu permintaan dari dosen favorit saya...
Terimakasih Pak karena sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi cerita dengan mereka.
Ok saya akan langsung cerita bagaimana saya dan teman saya mendapatkan topik/judul TA.
Saya pernah membaca kata-kata ini "Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai". Pertanyaannya bagaimana mungkin kita bisa menyelesaikan skripsi jika tidak mempunyai topik?. Topik/judul TA bukan suatu hal yang mudah untuk di dapat, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk mencari yang namanya topik TA. Untuk mencari topik TA sudah saya mulai di awal semester 3, bertanya kepada kakak kelas dan teman-teman yang ada di kampus luar. Tetapi hingga akhir semester 4 saya belum juga mendapatkannya, karena pada saat itu saya sendiri belum menemukan apa bidang yang saya sukai. Tapi tidak ada kata putus asa selama kita masih mau untuk berusaha. Diawal semester 5, saya berkenalan dengan mata kuliah METOPEL yang diajarkan oleh Pak Ronsen. Pertemuan pertama setelah kuliah berakhir saya mulai berfikir untuk mencari topik TA kembali karena di matkul ini kita diajarkan bagaimana melakukan riset dan menulis proposal. Saya berusaha untuk peduli dan aktif di matkul ini dengan harapan saya bisa mendapatkan ilmu bagaimana menemukan topik TA dan menulis proposal dengan baik. Di minggu ke 2 kami mendapatkan TUGAS, salah satu dari soal tugas yang harus dijawab adalah memberikan 3 topik TA yang menarik. Pada saat itu yang ada diotak saya hanya tentang aplikasi pembelajaran Matematika (hanya karena saya begitu menyukai matematika dan program). Seiring berjalannya perkuliahan otak saya semakin terbuka bahwa topik TA untuk jurusan TI di kampus tidak hanya sekedar membuat aplikasi atau sistem informasi seperti jurusan lain. Saya mulai mencari dan membaca berbagai referensi seperti paper/jurnal, makalah dan skripsi orang lain untuk mendapatkan topik TA yang sesuai jurusan. Saya mengajukan beberapa paper di forum dengan harapan dari paper tersebut ada satu yang bisa jadi judul TA. Tapi tahukah kalian, semua paper yang saya ajukan tidak ada yang diterima. Tapi tetap semangat itu masih ada, akhirnya saya tertarik dengan yang namanya fuzzy dan mengajukan paper tentang fuzzy di forum, kemudian saya mendapat balasan yang membuat hati lega (Mantap, itulah balasan dari paper saya). Minggu ke 7 tepatnya sebelum UTS, sesuai aturan saya mengumpulkan proposal TA saya di forum dengan judul yang berhubungan dengan FUZZY LOGIC. 7 pertemuan terakhir di matkul Metopel saya terus mencari beberapa referensi yang berkaitan dengan fuzzy dan berusaha memahami topik TA agar saya dapat menyelesaikan proposal saya dengan baik. Tetapi, memang tidak ada yang mudah semua butuh proses, semua ada anak tangganya begitulah istilah yang sering dituliskan dan diucapkan oleh Pak Ronsen.
Cerita ini masih berlanjut hingga semester 6, saya berkenalan kembali dengan yang namanya Kriptografi yang diajarkan oleh Pak Ronsen dan Kecerdasan Buatan yang diajarkan oleh Pak Andrew. Pertengahan semester 6 saya mulai kena virus GALAU tentang topik TA. Karena pada saat itu saya bingung harus memilih antar Kriptografi atau AI (Kedua matkul yang sangat menarik perhatian). Jika memilih AI otomatis dapat menggunakan Proposal saya di semester 5, tetapi jika memilih kriptografi, berarti proposal dan judul yang saya ajukan di semester 5 akan sia-sia. Tak mau Galau berlanjut saya mulai diskusi dengan Pak Ronsen melalui email. Nah pada saat itu, Beliau menyarankan saya untuk tetap dengan topik di semester 5 agar apa yang telah dikerjakan tidak sia-sia. Tetapi Pak, saya masih bingung dengan rumus-rumus yang berhubungan dengan fuzzy. Terlebih lagi saya masih belum mendapatkan persoalan apa yang akan saya terapkan dengan usulan saya waktu semester lalu Pak (jawaban saya). Kemudian Beliau berkata : Jadi kalau ganti kriptografi tidak akan ada kesulitan? Jadi, yakini satu hal: semua pasti mempunyai bobot kesulitan yang memadai agar layak dijadikan topik TA. Jangan kira kriptografi tidak ada rumus. Semua wajib menggunakan rumus, karena memang itulah yang kita kenal dengan "alat penelitian". Saya hanya berpikir jangan sampai apa yang telah kita lakukan sebelumnya, jangan sampai terbuang begitu saja. Kalimat tersebut menambah kegalauan saya, karena ntah mengapa saya ingin sekali kriptografi saja yang menjadi topik TA. Ditengah kegalauan anak semester 6, saya tetap bertanya kepada dosen-dosen lain dan mengumpulkan paper-paper tentang Fuzzy dan kriptografi. Masa-masa liburan kuliah saya manfaatkan untuk diskusi dengan beberapa dosen baik secara langsung maupun melalui email, agar sebelum masuk semster 7 saya sudah punya judul yang bisa diajukan di jurusan. Proses diskusi ini pun tak semudah yang kita banyangkan, karena harus memilih masalah apa yang akan kita selesaikan, alat apa yang kita gunakan (Algoritma) dan apakah masalah tersebut baru atau sudah terlalu lama. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan topik TA yang sesuai dengan permintaan jurusan.
Begitulah cerita bagaimana saya dan teman saya mendapatkan topik TA yang saat ini sedang dalam proses pembuatan proposal. Jika ada yang ingin bertanya silahkan.